Minggu, 14 Agustus 2016

Surat Yasin: Penamaannya

Muhammad Arifin Jahari



Setidaknya, ada tiga nama yang dilabelkan pada surat ini. Pertama, Yâsîn. Nama Yâsîn terhadap surat ini sudah sangat masyhur, serta tercetak dalam mushaf Alquran yang diterbitkan di seluruh negara, sebagian kitab-kitab tafsir dan hadis. Nama ini diambil dari ayat pertama surat ini. Bukan hanya itu, nama ini juga sudah dikenal pada masa Nabi, dan disabdakannya. Dalam salah satu hadis, Nabi menjelaskan:
اقْرَءُوا يس عَلَى مَوْتَاكُمْ.
“Kamu bacalah surat Yâsîn kepada orang mati di antara kamu.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, al-Baihaqi, Ibn Hibban, dan Ahmad bin Hanbal).[1]
Status dan penjelasan hadis akan diuraikan pada pembahasan Keutamaan Surat Yâsîn akan datang, in sya’allâh. Sedangkan makna yâsîn akan dijelaskan pada pembahasan tafsir ayat pertama surat ini.
Nama kedua surat ini adalah Qalb al-Qur’ân/hati Alquran. Nama ini berasal dari hadis yang menjelaskan:
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ اْلقُرْآنِ يس.
“Sungguh, setiap sesuatu ada hati, dan hati Alquran adalah surat Yâsîn.” (HR. at-Tirmidzî dan ad-Dârimî).
Status dan penjelasan hadis akan diuraikan pada pembahasan Keutamaan Surat Yâsîn akan datang, in sya’allâh. Nama Qalb al-Qur’ân ini memang tidak begitu dikenal zaman sekarang, namun pada masa dahulu, sebagian orang menamai surat ini dengan Qalb al-Qur’ân.
Nama yang ketiga adalah Habîb an-Najjâr. Nama ini, sebagaimana dijelaskan oleh Ibn `Âsyûr (w. 1973 M), pernah tercetak pada tahun 1078 H, di daerah timur Islam, negeri non Arab.[2] Di antara riwayat menyebutkan bahwa Habîb an-Najjâr adalah tokoh yang diceritakan dalam ayat ke-20 surat ini. Menurut Quraish Shihab, penamaan ini tidak memiliki dasar riwayat yang kuat.[3]
Surat Yâsîn terdiri dari 83 ayat menurut ulama khufah, dan 82 ayat menurut mayoritas ulama. Demikian penjelasan Ibn `Âsyûr (w. 1973 M).[4] Namun, penulis belum mendapatkan di mana letak perbedaan jumlah ayat tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar